Jumat, 04 Januari 2019

Bluenote – Proyek Efisiensi Energi, Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Global

Bluenote – Emisi merupakan zat atau energi yang dihasilkan dari kegiatan yang berlebihan sehingga menyebabkan terganggunya suatu sistem, misalnya emisi gas buang dan emisi karbon. Emisi gas buang ini merupakan sisa hasil pembakaran mesin seperti kendaraan baik di darat, laut maupun udara hingga pabrik yang menggunakan bahan bakar. Nah, emisi gas buang ini merupakan salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca dan perubahan iklim gblobal.

Pemanasan global yang disebabkan oleh emisi karbon dalam hal ini merupakan tantangan terbesar umat manusia saat ini. Namun, di samping itu, juga sekaligus menjadi peluang finansial yang sangat besar. Bangunan merupakan salah satu yang menyebabkan lebih dari 30% emisi karbon dunia. Hal ini karena bangunan mengkonsumsi sekitar 60% listrik global. Ada lebih dari 70% bangunan dibangun sebelum krisis energi pertama di tahun 1970-an, sehingga menciptakan pasar yang sangat besar untuk meningkatkan efisiensi energi mereka.

Untuk itu, protokol Bluenote hadir sebagai teknologi yang berpotensi revolusioner dengan pendekatan yang unik di pasar. Anda bisa kunjungi situs resminya di https://bluenote.world/. Proyek ini mengajak semua investor berbagai kalangan di seluruh dunia melalui sebuah crowdfunding. Memang sudah banyak crowdfunding dalam hal industri energi. Namun ada perbedaan penting antara Bluenote dan proyek energi lain. Jika solusi blockchain dalam industri energi lainnya hanya berusaha untuk mengurangi perdagangan energi, maka Bluenote lebih dari itu. Bluenote membuka pasar yang sama sekali baru untuk layanan data bagi efisiensi energi terdesentralisasi di gedung-gedung.

Apa Itu Bluenote?
Bluenote adalah protokol untuk efisiensi energi yang berbasis teknologi blockchain pertama di dunia. Proyek ini menciptakan ekosistem terdesentralisasi sehingga operator bangunan di seluruh dunia dapat belajar satu sama lain mengenai bagaimana cara membuang energi lebih sedikit melalui data intelijen terdistribusi.

Ada banyak manfaat jika bangunan lebih hemat energi, di antaranya:
Pertama, menghasilkan penghematan biaya langsung dan berkelanjutan yang sangat besar karena teknologi ini mengurangi biaya energi mereka. Kedua, penghematan biaya dalam energi membuat bangunan lebih menguntungkan dan jadi jauh lebih bernilai. Ketiga, ada manfaat non finansial namun berkelanjutan. Jika bangunan hematr energi, maka terjadi peningkatan efisiensi energi yang akan sangat menurunkan emisi karbon.

Kita semua perlu memahami bahwa bangunan menyebabkan 33% gas rumah kaca yang memepengaruhi iklim global melalui energi yang dikonsumsi. Adapun jika bangunan menggunakan lebih sedikit energi, maka dapat menurunkan biaya operasi. Bahkan, dengan mengurangi emisi dengan mengurangi konsumsi energi ini dapat membuka lebih dari $ 6,5 triliun nilai aset global. Hebat bukan?

Bluenote Memecahkan Masalah Lingkungan Global
Selama ini, sulit mendapatkan data yang tepat untuk membuat keputusan yang terbaik tentang efisiensi energi di gedung. Data yang mencakup penggunaan energi, operasional, dan nilai aset gedung saat ini jarang tersedia. Meskipun ada, biasanya produk-produk vendor perangkat keras dan perangkat lunak tidak dilengkapi dengan solusi kepemilikan murah lainnya. Tanpa kemudahan mengakses data, pemilik gedung dan investor jelas  mengalami kesulitan untuk membuktikan bagaimana investasi spesifik dalam membangun teknologi. Hal ini memengaruhi penggunaan energi dan laba.

Oleh karena itu, Bluenote akan menarik aliran data dari bangunan dan membakukannya melalui teknologi blockchain terdistribusi yang disebut Protokol Bluenote. Protokol Bluenote ini merupakan  jaringan terbuka dan rahasia yang bisa berbagi data sederhana, layanan data, dan analisis bangunan. Dengan begitu, membuka kunci strategi efisiensi energi baru di gedung-gedung. Protokol Bluenote berbasis perangkat lunak yang dapat digunakan dengan baik melalui aplikasi dan dengan teknologi energi yang sudah terpasang di gedung-gedung di seluruh dunia.

Siapa yang akan menggunakan Bluenote?
Proyek protokol Bluenote ini di antaranya digunakan untuk; pertama, pemilik gedung dan Manajer sehingga dapat membuat keputusan retrofit yang dapat mereka percayai. Kedua, perusahaan Teknologi Energi sehingga dapat memiliki akses instan untuk membangun pelanggan. Ketiga, Utilitas untuk memperoleh cara baru dalam mengelola permintaan dan biaya energi secara real time. Dan keempat, lembaga Keuangan sehingga dapat melacak perubahan nilai aset hingga pengurangan energi yang terverifikasi.

Token Bluenote
Bluenote mengeluarkan token standar ERC20 pada Protokol Bluenote, ekosistem dan ekonomi, yang dilakukan melalui Token Generation Event (TGE).
Tim Proyek Bluenote































































Untuk informasi selengkapnya mengenai Bluenote dan ICOnya, silahkan kunjungi link berikut ini:
Penulis

ETH Address : 0x23F5bADD1ABd047f0Dc93D71961BC2ed0C9f7Af8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar